Dikutip dari detikoto.com (disini) bahwa hari ini pihak PT. Suzuki Indomobil Sales akan meluncurkan tipe baru dari MPV Suzuki Ertiga, yaitu Ertiga Sporty. Tipe ini akan melengkapi tipe Ertiga yang telah ada sebelumnya, sekaligus menjadi penantang bagi tipe sejenis milik kompetitor lainnya. Untuk tipe sporty, Nissan menyodorkan All New Livina X-Gear yang dibanderol mulai 212 juta - 260,5 juta, Toyota menyodorkan Avanza Veloz dengan banderol mulai 192,2 juta - 203,7 juta, Daihatsu menawarkan Xenia Sporty dan Attivo yang dibanderol mulai 194,2 juta - 198,8 juta. Saat ini Suzuki Ertiga GX A/T yang merupakan tipe tertinggi dibanderol seharga 190,4 juta, adapun tipe Ertiga Sporty terbaru ini nantinya akan dibanderol dengan kenaikan harga tidak lebih dari 5 juta dari tipe tertinggi saat ini. Akan seperti apakah penampilan dan fitur lengkap Ertiga Sporty nantinya ? Kita tunggu setelah peluncurannya.
Tampilkan postingan dengan label suzuki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suzuki. Tampilkan semua postingan
Rabu, 19 Februari 2014
Jumat, 07 Februari 2014
Peluang Suzuki di Kancah MotoGP 2014
Sebagaimana diketahui, pada test pra musim MotoGP 2014 di sirkuit Sepang kemarin pihak Suzuki mengikutsertakan dua rider tester, yaitu Randy De Puniet dan Nobuatsu Aoki. Test ini lebih ditujukan untuk mengetahui potensi motor mereka untuk unjuk gigi di beberapa balapan musim 2014 ini sebagai wildcard maupun saat nanti turun secara penuh di musim 2015. Randy De Puniet terlihat memaksimalkan potensi motor Suzuki secara maksimal. Jika dilihat dari catatan waktu pada sesi 3 test kemarin sudah menunjukkan kemajuan yang cukup lumayan dimana mampu mencatatkan waktu terbaiknya di 2:02.486 atau lebih lambat 2.953 detik dari rider tercepat Marc Marquez yang mencatatkan waktu 1:59.533 detik.
Mari kita bandingkan hasil test Randy De Puniet dengan pembalap lain, yaitu Nicky Haiden dan Carl Crutchlow. Nicky Haiden yang musim lalu membela tim pabrikan Ducati dan pada musim ini hijrah ke tim Aspar yang menggunakan mesin Honda berhasil mencatatkan waktu di kisaran > 2:03.500 detik sebanyak 4 kali, di kisaran 2:03.000 - 2:03.499 detik sebanyak 9 kali, di kisaran 2:02.500 - 2:02.999 detik sebanyak 6 kali, di kisaran 2:02.000 - 2:02.499 detik sebanyak 9 kali sepanjang 59 lap dengan catatan waktu terbaiknya di 2:01.514 detik. Carl Crutchlow yang musim lali begitu bersinar bersama tim Yamaha Tech 3 dan musim ini pindah membela tim pabrikan Ducati berhasil mencatatkan waktu di kisaran > 2:03.500 detik sebanyak 1 kali, di kisaran 2:03.000 - 2:03.499 detik sebanyak 2 kali, di kisaran 2:02.500 - 2:02.999 detik sebanyak 2 kali, di kisaran 2:02.000 - 2:02.499 detik sebanyak 3 kali, di kisaran 2:01.500 - 2:02.000 detik sebanyak 11 kali, di kisaran 2:01.000 - 2:01.499 detik sebanyak 7 kali, sepanjang 58 lap dengan catatan waktu terbaiknya di 2:01.057 detik. Sedangkan Randy De Puniet yang melahap 67 lap berhasil mencatatkan waktu di kisaran > 2:03.500 detik sebanyak 14 kali, di kisaran 2:03.000 - 2:03.499 detik sebanyak 6 kali, di kisaran 2:02.500 - 2:02.999 detik sebanyak 3 kali dan di kisaran 2:02.000 - 2:02.499 detik sebanyak 1 kali dengan catatan waktu terbaiknya di 2:02.486 detik.
Mari kita bandingkan hasil test Randy De Puniet dengan pembalap lain, yaitu Nicky Haiden dan Carl Crutchlow. Nicky Haiden yang musim lalu membela tim pabrikan Ducati dan pada musim ini hijrah ke tim Aspar yang menggunakan mesin Honda berhasil mencatatkan waktu di kisaran > 2:03.500 detik sebanyak 4 kali, di kisaran 2:03.000 - 2:03.499 detik sebanyak 9 kali, di kisaran 2:02.500 - 2:02.999 detik sebanyak 6 kali, di kisaran 2:02.000 - 2:02.499 detik sebanyak 9 kali sepanjang 59 lap dengan catatan waktu terbaiknya di 2:01.514 detik. Carl Crutchlow yang musim lali begitu bersinar bersama tim Yamaha Tech 3 dan musim ini pindah membela tim pabrikan Ducati berhasil mencatatkan waktu di kisaran > 2:03.500 detik sebanyak 1 kali, di kisaran 2:03.000 - 2:03.499 detik sebanyak 2 kali, di kisaran 2:02.500 - 2:02.999 detik sebanyak 2 kali, di kisaran 2:02.000 - 2:02.499 detik sebanyak 3 kali, di kisaran 2:01.500 - 2:02.000 detik sebanyak 11 kali, di kisaran 2:01.000 - 2:01.499 detik sebanyak 7 kali, sepanjang 58 lap dengan catatan waktu terbaiknya di 2:01.057 detik. Sedangkan Randy De Puniet yang melahap 67 lap berhasil mencatatkan waktu di kisaran > 2:03.500 detik sebanyak 14 kali, di kisaran 2:03.000 - 2:03.499 detik sebanyak 6 kali, di kisaran 2:02.500 - 2:02.999 detik sebanyak 3 kali dan di kisaran 2:02.000 - 2:02.499 detik sebanyak 1 kali dengan catatan waktu terbaiknya di 2:02.486 detik.
Terlihat dengan pengembangan motor saat ini, Randy De Puniet dengan Suzuki masih tertinggal 0.972 detik lebih lambat dari Nicky Hayden dengan tim Aspar yang bermesin Honda dan lebih lambat 1.429 detik dari Carl Crutchlow dengan tim Ducatinya. Namun tidak menutup kemungkinan potensi motor Suzuki masih bisa terus digali sehingga pada musim depan diharapkan mampu merecoki tim papan menengah MotoGP. Kita nantikan bersama kelanjutannya.
Semoga bermanfaat.
Salam.
Semoga bermanfaat.
Salam.
Sabtu, 01 Februari 2014
Dan Suzuki-pun Ikut Perang Segment Naked Bike 150cc
Sebagaimana diketahui bahwa beberapa waktu yang lalu Suzuki India merilis motorsport baru yang bergenre naked bike yaitu Gixxer150. Jika dilihat dari modelnya, Gixxer150 mempunyai peluang untuk menjadi pesaing kuat di kelas naked bike 150cc. Untuk pasar Indonesia saat ini kelas naked bike 150cc dihuni oleh Yamaha Byson, Yamaha New Vixion Lightning, Honda New Mega Pro FI, Honda Verza dan Honda CB150R. Saat ini Honda New Mega Pro FI dan Honda Verza diposisikan untuk menghadang laju Yamaha Byson, sedangkan Honda CB150R diposisikan untuk kelas di atasnya yaitu menghadang laju Yamaha New Vixion Lighting. Dilihat dari data penjualan motorsport kelas 150cc tahun 2013 lalu, dimana Yamaha Byson terjual 67.710 unit atau 5.642 unit rata perbulan, Yamaha New Vixion Lighting sebanyak 412.912 unit atau 34.409 unit rata - rata per bulan, Honda Mega Pro sebanyak 50.282 unit atau 4.190 unit rata - rata per bulan dan Honda CB150R terjual 182.942 unit atau 15.245 unit rata - rata per bulan, wajar jika Suzuki berkeinginan turut serta memasarkan produk di kelas ini. Berbekal Gixxer150 Suzuki berpeluang untuk turut serta dalam perebutan tahta motorsport kelas 150cc.
Dilihat dari modelnya motor ini sudah sesuai dengan mindset konsumen saat ini. Tampilan gagah bak moge, speedometer digital, headlamp dan buritan meruncing, tangki bensin besar, monoshock, ban besar dan knalpot memiliki lubang pembuangan 2 buah. Meskipun secara resmi Suzuki belum mengumumkan spek dari Gixxer150 tersebut, namun kita bisa gunakan acuan dari spek mesin Suzuki GS150R. Berikut ini tabel perbandingan spek motorsport kelas 150cc.
Terlihat dari tabel dengan berbekal mesin yang serupa dengan Suzuki GS150R, Suzuki Gixxer150 mampu mengimbangi spek mesin dua kompetitornya, yaitu Yamaha Byson dan Honda New Mega Pro FI yang mesinnya identik dengan Honda Verza. Dengan merubah sistem pengereman belakang yang masih tromol menjadi sistem disk brake serta menambahkan secure key shutter, maka akan memberikan tambahan value kepada Suzuki Gixxer150, ditambah lagi dengan posisioning harga yang tepat.
Sedangkan jika Suzuki ingin ikut bermain di segmen naked bike dan bertarung melawan Yamaha New Vixion Lighting dan Honda CB150R, tentu Suzuki harus menyiapkan model dan spek mesin yang setara dengan dua kompetitor tersebut. Sebutlah, Suzuki harus berani membenamkan rangka perimeter/deltabox yang lebih bisa diterima oleh konsumen dibandingkan rangka diamond steel/thrust frame. Untuk dua poin tersebut sebenarnya Suzuki memiliki potensi yang sudah ada, yaitu untuk mesin bisa menggunakan spek mesin Suzuki Satria FU atau jika ingin lebih ekstrim bisa mencomot spek mesin Suzuki FXR150. Begitu juga mengenai rangka perimeternya bisa menggunakan rangka perimeter Suzuki FXR. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika kedua kompetitor tersebut akan bermain di segment sport fairing, dimana Yamaha akan melokalkan produk YZF-R150 V.2 dan Honda dengan memfairingkan CB150R, maka sekali lagi Suzuki-pun dapat turut serta dengan mengambil basis sport fairing Suzuki FXR 150. Berikut ini tabel perbandingan spek antara Satria FU dan FXR150.
Sedangkan jika Suzuki ingin ikut bermain di segmen naked bike dan bertarung melawan Yamaha New Vixion Lighting dan Honda CB150R, tentu Suzuki harus menyiapkan model dan spek mesin yang setara dengan dua kompetitor tersebut. Sebutlah, Suzuki harus berani membenamkan rangka perimeter/deltabox yang lebih bisa diterima oleh konsumen dibandingkan rangka diamond steel/thrust frame. Untuk dua poin tersebut sebenarnya Suzuki memiliki potensi yang sudah ada, yaitu untuk mesin bisa menggunakan spek mesin Suzuki Satria FU atau jika ingin lebih ekstrim bisa mencomot spek mesin Suzuki FXR150. Begitu juga mengenai rangka perimeternya bisa menggunakan rangka perimeter Suzuki FXR. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika kedua kompetitor tersebut akan bermain di segment sport fairing, dimana Yamaha akan melokalkan produk YZF-R150 V.2 dan Honda dengan memfairingkan CB150R, maka sekali lagi Suzuki-pun dapat turut serta dengan mengambil basis sport fairing Suzuki FXR 150. Berikut ini tabel perbandingan spek antara Satria FU dan FXR150.
Dengan maraknya persaingan produsen di segment motorsport 150cc, konsumen diuntungkan dengan banyaknya pilihan motorsport dan tawaran value yang semakin tinggi. Tinggal kita tunggu saja sepak terjang Suzuki Indonesia dalam kancah motorsport 150cc dan mampukah produk tersebut merebut hati konsumen Indonesia. Semoga bermanfaat.
Salam.
Langganan:
Postingan (Atom)







